Analisis kesalahan berbahasa bidang semantik dalam dongeng tuah “Tupai si Pantang Menyerah” karya Dedik Dwi Prihatmoko
Keywords:
kesalahan semantik, makna leksikal, redundansi, analisis wacanaAbstract
Penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari merupakan kejadian yang nyata dan tidak lepas dengan penggunaan bahasa. Terkait dengan penggunaan bahasa tentu saja banyak hal yang dapat terjadi di dalamnya. Dalam hal ini bisa juga terjadi kesalahan dalam bentuk lisan maupun tulisan sehingga menimbulkan ketidaktepatan makna. Selain itu, kesalahan berbahasa juga dapat mengakibatkan ketidakjelasan pesan dalam komunikasi. Dalam kajian kebahasaan, kesalahan dapat terjadi pada tingkat fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Penelitian ini lebih terkontrentasi dalam bidang kesalahan semantik berkaitan dengan ketidaktepatan makna kata, redundansi, dan ketidakjelasan makna. Berdasarkan analisis dongeng “Tuah Si Tupai Pantang Menyerah”, dapat ditemukan beberapa kesalahan semantik. Oleh karena itu, dalam pemilihan kata yang tepat sangat diperlukan agar pesan dapat dipahami dengan tepat
References
Dedik Dwi Prihatmoko. (2019). 5 Dongeng Anak Dunia. Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta,
Kridalaksana, Harimurti. (2013). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Moleong, L. J. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suparno. 2015. Analisis Kesalahan Berbahasa. Jakarta: Universitas Terbuka.